Apalagi menjadi seorang pedagang, selain modal uang ternyata modal kesabaran termasuk dalam rukunnya seorang pedagang.
sekecilnya usaha kita maka kita lah bosnya. Bob Sadino.Begitulah kira - kira
Seorang pedagang banyak kebebasan dalam berexpresi, hampir sama - sama tipis dengan seniman. memutar otak agar dagangan yang di jual cepat laris manis.
Pekerjaan yang tidak membosankan karna berjualan membutuhkan pola pikir marketing yang kuat, membaca situasi sosial dengan intensitas tinggi dan memperbanyak hubungan antar manusia itu yang sangat di haruskan.
Sahabat dan teman sejati di kala susah pedagang adalah pinjaman. entah itu rentenir atau bank. sabahat di kala kebutuhan modal yang sangat mendesak selain aset yang bisa di jual.
Pinjaman menjadi senjata kedua untuk tetap eksis berjualan selain aset yang bisa dijual. saya tidak akan berbicara rentenir karna bagi saya tidak menarik untuk di bahas dan ujung ujungnya kita juga yang akan terjungkal karna bunga yang tinggi. Rentenir tidak ada standar bunga jadi sangat berbahaya untuk para pedagang semisal saya ini.
Bunga Ban k yang bermain di kisaran rata - rata 10 % dari bank langganan para pedagang kebanyakn semisal BRI, BCA, Mandiri, Danamon dan BNI. tapi tidak menutup kemungkinan banyak yang ke bank yang lainya yang ada di indonesia.
Saya pernah mendengar penyataan salah satu pakar ekonomi di televisi, mengatakan bahwa. 10 % saja penduduk Indonesia yang berdagang dari total penduduk Indonesia, maka kita akan bisa menjadi negara kaya. dari kutifan pernyataan pakar ekonomi tersebut jadi saya berpikir lebih ke pinjaman bunga banknya tersebut.
Bila sampai suku bunga bank mencapai 5 % untuk pinjaman pedagang, akan meningkatkan animo masyarakat untuk berdagang.
Susahnya mencari kerja menjadikan berdagang solusi tapi bukan pilihan prioritas. kalau di jadikan priotitas dan di bantu dengan kebijakan pemerintah tentang suku bunga, tidak terbanyang indonesia akan majunya sperti apa.
Ekonomi sekarang ini sedang lesu, entah apa yang salah dengan pemerintahaan saat ini. yang jelas perbedaan cukup menonjol menurut pandangan saya. tapi saya yakin ini sebagai batu loncatan dan emang butuh waktu untuk memperbaiki ekonomi. butuh kesabaran butuh proses.
mari kita doa bersama agar indonesia menjadi negara yang terus menuju lebih baik.
saya bukan pengamat saya hanya penjual tas dan atk di sebuah pasar. tulisan ini hanya ungkapan kegelisahaan pedagang kelas bawah.
terima kasih sudah mau membaca, kalau bermanfaat silahkan teruskan, kalau banyak salah saya tunggu kritikannya. Terima Kasih !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar